Hati Berbisik, Tapi Siapa yang Membisikkan? Ini Cara Mengetahuinya
Monday, June 16, 2025
Membedakan Lintasan Hati: Ilham dari Allah atau Bisikan Setan?
Para ulama sufi menjelaskan bahwa lintasan hati bisa berasal dari tiga sumber:
-
Allah (ilham) – biasanya mengajak kepada kebaikan, kesadaran, dan taubat.
-
Setan (waswas) – bersifat menggoda, membingungkan, dan penuh tipu daya.
-
Hawa nafsu – berasal dari dorongan pribadi yang cenderung kepada syahwat dan ambisi.
Maka, penting bagi kita untuk mengetahui: dari mana datangnya lintasan hati yang muncul itu?
3 Cara Menimbang Lintasan Hati
1. Ukur dengan Timbangan Syariat
Langkah pertama dan utama: timbang lintasan itu dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Jika lintasan itu sesuai dengan syariat, maka besar kemungkinan berasal dari Allah. Jika tidak, maka wajib ditinggalkan.
Contoh:
Ingin bersedekah besar hingga mengabaikan nafkah keluarga. Niatnya baik, tapi jika bertentangan dengan kewajiban syar’i, maka tidak diperkenankan.
2. Lihat Teladan Orang Saleh
Kalau kita belum cukup ilmu untuk menimbang sendiri, perhatikan apakah lintasan itu juga dilakukan oleh para ulama dan orang-orang shaleh. Jika ya, kemungkinan besar aman. Jika tidak, patut diwaspadai.
Contoh:
Terlintas ingin hidup menyendiri di gunung demi ibadah. Apakah ini dicontohkan ulama yang benar? Jika tidak ada dasar yang kuat, bisa jadi hanya lintasan hawa nafsu atau bisikan setan yang menyamar.
3. Uji dengan Nafsu Sendiri
Jika dua cara di atas belum memadai, lihat kecenderungan nafsu Anda. Jika nafsu sangat ingin melakukannya, hati-hati—itu bisa berasal dari nafsu. Tapi jika nafsu justru berat dan malas terhadap lintasan yang baik, bisa jadi justru itu datang dari Allah.
Contoh:
Malas bangun malam untuk tahajud, tapi hati terus mendorong. Nafsu tidak suka ibadah berat—maka lintasan itu kemungkinan berasal dari Allah.
Bagaimana Mengetahui Asal Lintasan Jahat?
Tidak semua lintasan yang tampak buruk pasti dari setan. Bisa jadi justru dari Allah sebagai peringatan. Berikut tabel ringkasnya:
| Ciri Lintasan | Dari Allah | Dari Setan | Dari Nafsu |
|---|---|---|---|
| Konsisten satu arah | ✅ | ❌ | ✅ |
| Berubah-ubah | ❌ | ✅ | ❌ |
| Muncul setelah dosa | ✅ (peringatan) | ❌ | ✅ |
| Menyuruh maksiat | ❌ | ✅ | ✅ |
| Mendorong taubat & sadar | ✅ | ❌ | ❌ |
Contoh:
Dorongan balas dendam yang kuat dan terus muncul bisa berasal dari nafsu. Tapi kalau lintasan berubah-rubah dan membingungkan, itu ciri khas bisikan setan. Kalau lintasan buruk justru hadir sebagai teguran setelah melakukan dosa, bisa jadi dari Allah sebagai peringatan.
Penutup: Cara Merespons Lintasan Hati
Saat lintasan muncul, jangan langsung diikuti. Lakukan tiga langkah berikut:
-
Uji dengan syariat – tanya: apakah ini diperintahkan dalam agama?
-
Lihat teladan ulama – adakah orang shaleh melakukannya?
-
Tilik hawa nafsu – nafsu mendorong atau menolak?
Akhiri dengan doa:
“Allahumma ahyina bi husnil khatimah. Ya Allah, hidupkanlah kami dalam akhir yang baik. Jauhkan kami dari kejahatan nafsu dan bisikan setan.”
Semoga artikel ini menjadi cahaya dalam meniti jalan menuju ridha Allah. Waspadai bisikan, mantapkan hati, dan dekatkan diri pada yang Haq.
Wallahu a’lam. Walhamdulillahi Rabbil ‘Alamin.
Artikel ini ditulis semata hanya untuk menjadi pengingat untuk Alfakir dan merupakan kesimpulan dari Tausiah K.H.Akhmad Rijani (Pimpinan Majelis Ta'lim Al Athos Palangka Raya)
edit
